POKOK-POKOK KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL

Oleh Tatang JM.

1.1 Konsepsi Dasar Ketahanan Nasional

Manusia sebagai salah satu jenis makhluk Tuhan pertama-tama berusaha mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya (survival).

Dalam rangka tersebut ia memenuhi keperluan hidupnya dari yang paling pokok sampai yang paling mutakhir, baik bersifat materi maupun kejiwaan.

Untuk keperluan tersebut manusia hidup berkelompok (Home Socius) dan memperkaya diri dengan alat peralatan penolong (home sapiens) serta menghuni suatu wilayah tertentu yang dibinanya dengan kemampuan dan kekuasaan (zoon politicon).

Secara Antropologi-Budaya, manusia merupakan makhluk Tuhan tersempurna karena pada manusia selain kehidupan ia mempunyai kemampuan berfikir (akal) serta keterampilan dan karenanya lahirlah manusia budaya atau manusia berbudaya.

Sebagai manusia budaya ia mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya di dalam usaha mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Kita mengenal hubungan tersebut sebagai berikut :

- Manusia – Tuhan – Agama / Kepercayaan

- Manusia – Cita-cita – Ideologi

- Manusia – Kekuasaan/Kekuatan – Politik

- Manusia – Pemenuhan Keperluan – Ekonomi

- Manusia – Penguasaan/Pemanfaatan Alam – Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

- Manusia – Manusia – Sosial

- Manusia – Rasa Keindahan – Kesenian (kebudayaan sempit)

- Manusia – Rasa Aman – Hankam

- Dan sebagainya.

Perangkat hubungan tadi merupakan bidang kehidulpan manusia budaya atau kebudayaan manusia yang berlangsung di atas bumi dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dan dijangkaunya dengan menggunakan kemampuannya. Manusia bermasyarakat untuk dapat memenuhi keperluannya yaitu kesejahteraan dan keselamatan serta keamanannya.

Oleh karena itu, ketahanan nasional hakekatnya merupakan suatu konsepsi di dalam pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan serta serta keamanan di dalam kehidupan nasional.

Kehidupan nasional tersebut dapat dibagi di dalam beberapa aspek sebagai berikut :

* Aspek Alamiah (TRIGATRA) yang meliputi :

- Posisi dan lokasi geografi negara

- Keadaan dan kekayaan alam

- Keadaan dan kemampuan penduduk

* Aspek Sosial / Kemasyarakatan (PANCA GATRA) yang meliputi :

- Ideologi

- Politik

- Ekonomi

- Sosial – Budaya

- Militer Hankam

Antara TRIGATRA dan PANCA GATRA itu terdapat hubungan timbal balik yang erat dinamakan hubungan (korelasi) dan ketergantungan (interdependensi). Oleh karena itu, TRI GATRA dan PANCA GATRA merupakan suatu kesatuan yang bulat dan utuh yang dinamakan ASTA GATRA.

1.2 Tujuan Ketahanan Nasional

Tujuan Ketahanan Nasional adalah untuk meningkatkan kesejahteraan bersama seluruh manusia dan membina daya kekuatan serta kemampuan sendiri untuk menjamin hari depan negara dan bangsa. Jadi, tujuan Ketahanan Nasional bukanlah untuk menanamkan rasa permusuhan terhadap suatu negara atau kelompok negara tertentu.

Selain itu, Ketahanan Nasional bertujuan mementingkan konsultasi dan saling menghargai di dalam pergaulan hidup serta menjauhi antagonisme dan konfrontasi. Intinya, Ketahanan Nasional diharapkan dapat dipakai di samping konsepsi power politics.

1.3 Ketahanan Astra Gatra

a. Posisi dan Lokasi Geografi Negara

Posisi dan lokasi geografi suatu negara dapat memberikan petunjuk mengenai tempatnya di atas bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk ke dalam dan bentuk ke luar.

Ada dua jenis negara yang mempunyai ciri khusus berkenaan dengan lokasinya, yaitu :

1) Negara dikelilingi daratan (Land locked country)

Lingkungan negara demikian bersifat serba daratan atau sarwa benua. Ciri sarwa benua itu mempengaruhi dan menentukan cara pandang negara yang bersangkutan di segala bidang kehidupan nasionalnya. Contoh : Laos, Swiss, dan Afghanistan.

2) Negara dikelilingi lautan

- Negara Kepulauan (Archipelago State)

- Negara Pulau (Island State)

b. Keadaan dan Kekayaan Alam

Kekayaan alam suatu negara adalah segala sumber dan potensi alam yang didapatkan di bumi, di laut, dan di udara yang berada di wilayah kekuasaan suatu negara.

Hidup berkembang biak dan mempertahankan diri dengan cara memanfaatkan alam dan kekayaan yang didapat di tanah airnya merupakan naluri dan fungsi utama semua makhluk Tuhan. Setiap bangsa wajib mempersiapkan potensi alamnya sederajat dengan kemampuan bangsa lain, agar bentrokan ekonomi dan budaya di dunia modern ini sejauh mungkin dapat dihindari. Karena itu, di dalam pemanfaatannya tidak dapat dielakkan adanya ketergantungan antar negara di bidang sumber daya alam (International Interdependency of Natural Resources) yang dapat menimbulkan problem hubungan internasional.

c. Keadaan dan Kemampuan Penduduk

Penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah. Adapun faktor penduduk yang mempengaruhi ketahanan Nasional adalah sebagai berikut :

1) Faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk

Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. Segi positif dari pertambahan penduduk ialah pertambahan angkatan kerja (man power) dan pertambahan tenaga kerja (labour force). Dan dari segi negatifnya ialah apabila pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tidak diikuti dengan usaha peningkatan kualitas penduduk.

2) Faktor yang mempengaruhi komposisi penduduk

Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan sebagainya. Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan migrasi. Fertilitas sangat berpengaruh besar terhadap umur dan jenis penduduk golongan muda yang dapat menimbulkan persoalan penyediaan fasilitas pendidikan, perluasan lapangan kerja, dan sebagainya.

3) Faktor yang mempengaruhi distribusi penduduk

Distribusi penduduk yang ideal adalah distribusi yang dapat memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu penyebaran merata. Oleh karena itu diperlukan kebijakan pemerintah yang mengatur penyebaran penduduk, misalnya dengan cara transmigrasi, pusat-pusat pengembangan (growth centers), pusat-pusat industri, dan sebagainya.

d. Ketahanan di Bidang Ideologi

Ideologi adalah perangkat prinsip pengarahan (guiding principles) yang dijadikan dasar serta memberikan arah dan tujuan untuk dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.

Ketahanan Nasional di bidang ideologi dapat diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan keteguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi suatu bangsa dan negara.

e. Ketahanan di Bidang Politik

Politik dalam ilmu pengetahuan senantiasa dihubungkan dengan kekuatan atau kekuatan yang menjadi pusat perhatiannya.

Masalah politik berada di dalam konteks negara, karena kekuasaan di dalam suatu negara berpusat pada pemerintahan negara. Oleh karena itu, perjuangan memperoleh kekuatan dalam pemerintahan terkadang berubah menjadi perjuangan menguasai pemerintah.

Pengertian Ketahanan Nasional di bidang Politik diartikan sebagai “kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan pengembangan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan politik suatu bangsa dan negara”.

Kehidupan politik dapat dibagi menjadi dua sektor, yaitu sektor pemerintah dan sektor masyarakat.

Masyarakat berfungsi sebagai in-put yaitu berwujud pertanyaan keinginan dan tuntutan masyarakat (social demand) sedangkan pemerintah berfungsi sebagai out-put yaitu menentukan kebijaksanaan umum yang bersifat keputusan politik (political decision).

Lima fungsi utama suatu sistem politik yaitu :

- Mempertahankan pola

- Mengatur dan menyelesaikan ketegangan atau konflik

- Penyesuaian

- Pencapaian tujuan

- Penyatuan (Integrasi)

f. Ketahanan di Bidang Ekonomi

Ekonomi adalah segala kegiatan pemerintah dan masyarakat di dalam pengelolaan faktor produksi yaitu bumi, sumber alam, tenaga kerja, modal, teknologi dan management di dalam produksi serta distribusi barang dan jasa demi kesejahteraan rakyat, baik fisik material maupun mental spiritual.

Faktor yang mempengaruhi Ketahanan Nasional di bidang ekonomi berupa tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan terhadap kelangsungan ekonomi suatu bangsa pada hakikatnya ditujukan kepada faktor produksi dan pengolahannya. Oleh karena itu, pembinaan ekonomi pada dasarnya merupakan penentuan kebijakan ekonomi dan pembinaan faktor produksi serta pengolahannya di dalam produksi dan distribusi barang dan jasa baik di dalam negeri maupun dengan luar negeri.

g. Ketahanan di Bidang Sosial-Budaya

Istilah Sosial-budaya di dalam Ilmu Pengetahuan menunjuk kepada dua segi utama dari kehidupan bersama manusia, yaitu segi kemasyarakatan dan segi kebudayaan.

Setiap masyarakat memiliki 4 unsur penting bagi eksistensinya, yaitu: Struktur Sosial, Pengawasan Sosial, Media Sosial, dan Standar Sosial.

Faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional di bidang sosial-budaya :

1. Tradisi

2. Kepemimpinan Nasional

3. Tujuan Nasional

4. Kepribadian Nasional

h. Ketahanan di Bidang Pertahanan-Keamanan

Pertahanan keamanan adalah daya upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata sebagai inti dan merupakan salah satu fungsi utama pemerintah dalam menegakkan ketahanan nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara serta keamanan perjuangannya. Hal itu dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan dan menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan masyarakat dalam seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi.

Faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional di bidang pertahanan keamanan ialah :

1. Doktrin

2. Wawasan Nasional

3. Sistem Hankam

4. Geografi

5. Manusia

6. Integrasi Angkatan Bersenjata dan Rakyat

7. Pendidikan Kewiraan

8. Materiil

9. Iptek

10. Manajemen

11. Pengaruh luar negeri

12. Kepimpinan

1.4 Bentuk dan Hakikat Ketahanan Nasional

Pada hakikatnya ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.

Untuk dapat memungkinkan berjalannya Pembangunan Nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan yang timbul, maka perlu dipupuk terus menerus Ketahanan Nasional yang meliputi segala aspek kehidupan.

Penyelenggaraan Ketahanan Nasional menggunakan pendekatan kesejahteraan nasional dan keamanan nasional. Kesejahteraan yang hendak dicapai untuk mewujudkan Ketahanan Nasional adalah kemampuan bangsa menumbuhkan dan menyumbangkan nilai-nilai nasionalnya menjadi kemakmuran sebesar-besarnya yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan yang mewujudkan ketahanan nasional adalah kemampuan bangsa melindungi eksistensinya dan nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari dalam maupun dari luar.

Pengaturan dan penyelenggaraan Kesejahteraan Nasional menggunakan tiap-tiap gatra Asta Gatra, demikian pula untuk keamanan nasional. Bergantung kepada sifat-sifat gatranya, maka gatra yang satu mempunyai peranan :

· Yang sama besar untuk kesejahteraan maupun keamanan

· Yang lebih besar kepada kesejahteraan daripada keamanan

· Yang lebih besar kepada keamanan daripada kesejahteraan

Untuk mendapatkan hasil Ketahanan Nasional yang diinginkan, maka harus diusahakan penilaian kualitatif dan kuantitatif atas perwujudan kesejahteraan dan keamanan oleh tiap-tipa gatra.

1.5 Sifat-sifat Ketahanan Nasional

1) Manunggal

Antara Trigatra dan Panca Gatra harus bersatu (integratif). Sifat integratif ini tidak dapat diartikan mencampuradukkan, tetapi integrasi dilaksanakan secara serasi dan selaras.

2) Mawas ke Dalam

Ketahanan Nasional diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri, karena bertujuan mewujudkan hakikat dan sifat nasionalnya sendiri.

3) Berkewibawaan

Ketahanan Nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat “Manunggal” tersebut mewujudkan kewibawaan nasional yang harus diperhitungkan oleh pihak lain dan mempunyai daya pencegah (deterent). Makin tinggi tingkat kewibawaan, makin besar daya pencegahnya.

4) Berubah menurut Waktu

Ketahanan Nasional suatu bangsa tidaklah tetap adanya. Ia dapat meningkat atau menurun dan bergantung pada situasi dan kondisi bangsa itu sendiri.

5) Tidak membenarkan Sikap dan Kekuasaan dan Adu Kekuatan

Kalau konsep adu kekuasaan dan adu kekuatan bertumpu pada kekatan fisik, maka ketahanan nasional tidak mengutamakan kekuatan fisik saja, tetapi memanfaatkan daya dan kekuatan lain, seperti kekuatan moral suatu bangsa.

6) Percaya pada Diri Sendiri (Self Confidence)

Ketahanan Nasional dikembangkan dan ditingkatkan berdasar sikap mental percaya pada diri sendiri.

7) Tidak Bergantung pada Pihak Lain (Self Relience)

Kebanyakan negara berkembang merupakan bekas daerah jajahan yang masih dipengaruhi mental kolonial dan rasa ketergantungan kepada bekas penjajahnya. Sikap mental demikian harus dikikis habis dan sebagai gantinya ditumbuhkan sikap mental yang berkepercayaan pada diri sendiri yang patriotik dan nasionalistik tanpa menjerumuskan diri ke dalam fanatisme dan chauvinisme (nasionalisme yang sempit).

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s