KOGNITIF

KOGNITIF

A. Latar Belakang

Setiap pengalaman individu mengandung proses asimilasi dan akomodasi. Apabila individu mempunyai struktur kognitif dengan yang bersangkutan maka akan terjdai asimilasi, tetapi pada keadaan di mana tidak ada struktur kognitif, maka perlu adanya proses akomodasi.

Proses pendidikan adalah merupakan salah satu aktivitas manusia. Fungsi motivasi dalam proses pendidikan adalah membangkitkan dorongan untuk melakukan aktivitas dalam pendidikan. Keaktifan dapat menghasilkan perubahan dalam kognitif, psikomotor dan afektif siswa. Perubahan relatif konstan dan terbatas. Perumusan ini berlaku bagi setiap pembelajaran dalam proses belajar-mengajar. Keberhasilan belajar siswa ditentukan oleh beberapa faktor yang menunjang terhadap keberhasilan proses belajar-mengajar tersebut. Faktor metode mengajar akan berkaitan dengan model pembelajaran yang diterangkan.

Pemikiran anak-anak usia sekolah dasar disebut pemikiran operasional konkrit, yakni aktivitas mental yang difokuskan pada objek-objek dan peristiwa-peristiwa nyata yang dapat diukur.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mencoba memaparkan sebuah makalah tentang aspek-aspek dasar psikologis manusia khususnya tentang perkembangan kognitif.

A. Pengertian Kognitif

Teori-teori kognitif didasarkan pada asumsi bahwa kemampuan kognitif merupakan sesuatu yang fundamental dan yang membimbing tingkah laku anak. Dengan kemampuan kognitif ini maka anak dipandang sebagai individu yang secara aktif membangun sendiri pengetahuan mereka tentang dunia.

Perkembangan kognitif merupakan salah satu perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengetahuan, yakni semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individeu mempelajari dan memikirkan lingkungannya.

Menurut Drever (Kuper & Kuper, 2000) disebutkan bahwa ” kognisi adalah istilah umumyang mencakup segenap model pemahaman, yakni persepsi, imajinasi, penangkapan makna, penialain, dan penalaran”.

Sedangkan menurut Piaget (Hetherington & Parke, 1975) menyebutkan bahwa ” kognitif adalah bagaimana anak beradaptasi dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian di sekitarnya”. Pieget memandang bahwa anak memainkan peran aktif di dalam menyusunpengetahuannya mengenai realitas, anak tidak pasif menerima informasi. Selanjutnya walaupun proses berpikir dan konsepsi anak mengenai realitas telah dimodifikasi oleh pengalamannya dengan dunia sekitar dia, namun anak juga aktif menginterpretasikan informasi yang ia peroleh dari pengalaman, serta dalam mengadaptasikannya pada pengetahuan dan konsepsi.

Menurut Chaplin (2002) dikatakan bahwa “kognisi adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk mengenal, termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga, dan menilai.

Dari berbagai pengertian yang telah disebutkan di atas dapat dipahami bahwa kognitif adalah sebuah istilah yang digunakan oleh psikolog untuk menjelaskan semua aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan, dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan merencanakan masa depan, atau semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan, menlai, dan memikirkan lingkungannya.

B. Perkembangan Kognitif pada Anak-anak

Perkembangan kognitif pada anak-anak disebut tahap praoperasional, yang berlangsung antara usia 2 sampai 7 tahun.

Pemikiran praoperasional tidak lain adalah suatu masa tunggu yang singkat bagi pemikiran operasional, sekalipun pada masa ini menekankan bahwa anak belum berpikir secara operasional.

Pada masa ini konsep yang stabil dibentuk, penalaran mental muncul, egosentrisme mulai kuat dan kemudian melemah, serta terbentuknya keyakinan pada hal magis. Namun pada masa ni anak masih tetap memikirkan pada peristiwa-peristiwa atau pengalaman-pengalaman yang dialaminya.

Secara garis besar pemikiran praoperasional terbagi dua subtahap (Heterington & Parke, 1979, Seifert & Hofnung, 1994), antara lain :

1. Subtahap Prakonseptual (2 – 4 tahun)

Subtahap Prakonseptual disebut juga pemikiran simbiolik (symbiolic trought) karena karakteristik utama pada tahap ini ditandai dengan munculnya sistem-sistem lambang atau simbol, seperti bahasa.

Pada tahap ini anak-anak mengembangkan kemampuan untuk menggambarkan atau membayangkan secara mental suatu objek yang tidak ada (berbeda dengan yang lain). Seperti contoh sebuah pisau yang terbuat dari plastik merupakan suatu yang nyata yang dapat mewakili hal sebenarnya. Pencapaian kognitif pada subtahap praoperasional itu ditandai dengan kemunculan pemikiran simbolis. Anak akandapat dengan mudah mengingat kembali dan membandingkan objek-objek serta pengalaman-pengalaman yang diperolehnya jika pengalaman tersebut mempunyai nama dan konsep yang dapat menggambarkan karakteristiknya. Simbol-simbol juga membantu anak-anak mengkomunikasikan kepada orang lain tentang apa yang mereka ketahui sekalipun dalam situasi yang jauh dengan pengalamannya sendiri.

2. Subtahap Intuisif (4 – 7 tahun)

Dalam subtahap ini meskipun aktivitas mental tertentu terjadi, tetapi anak-anak belum begitu sadar mengenai prinsip-prinsip yang ,elandasi terbentuknya aktivitas tersebut. Walaupun anak mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan aktivitas ini, namun ia tidak bisa menjelaskan alasan yang tepat untuk memecahkan maalah dengan cara-cara tertentu.

Dengandemikian meskipun simbol-simbol anak meningkat, namun proses penalaran dan pemikirannya masih mempunyai ciri-ciri keterbatasan tertentu.

Perkembangan kognitif dari anak-anak praoperasional juga ditunjukkan dengan serangkaian pertanyaan yang diajukannya yang tidak jarang orang dewasa merasa kebingungan untuk menjawabnya.


KESIMPULAN

Perkembangan kognitif merupakan salah satu perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengetahuan, yakni semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individeu mempelajari dan memikirkan lingkungannya.

Kognitif adalah sebuah istilah yang digunakan oleh psikolog untuk menjelaskan semua aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan, dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan merencanakan masa depan, atau semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan, menlai, dan memikirkan lingkungannya.

Perkembangan kognitif pada anak-anak disebut tahap praoperasional, yang berlangsung antara usia 2 sampai 7 tahun. Pada masa ini konsep yang stabil dibentuk, penalaran mental muncul, egosentrisme mulai kuat dan kemudian melemah, serta terbentuknya keyakinan pada hal magis. Namun pada masa ni anak masih tetap memikirkan pada peristiwa-peristiwa atau pengalaman-pengalaman yang dialaminya.

DAFTAR PUSTAKA

Prof. DR. HJ. Samsunumiyati, “Psikologi Perkembangan”, PT Remaja Rosda Karya , Bandung

Drs. H. Ahmad Fauzi, “Psikologi Umum”, Pustaka Setia, Bandung

Conny Semiawan, dkk. “Pengenalan dan Pengembangan Bakat Sejak Dini” PT Remaja Rosda Karya , Bandung


About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s